×

Budaya (Healing) di Kalangan Gen Z: Tren atau Kebutuhan Nyata?

Halo, sobat Netizen!

Kalau kamu buka media sosial sekarang, pasti sering banget nemu postingan dengan caption: “lagi healing dulu guys✨” sambil ditemani foto di pantai, café estetik, atau bahkan cuma rebahan pakai face mask. Yup, kata healing sudah jadi bagian dari kosakata sehari-hari Gen Z.

Tapi sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan healing ini? Apakah cuma liburan fancy ke Bali atau staycation di hotel mewah? Atau ada makna yang lebih dalam?

Asal-Usul “Healing”

Kata healing sebenarnya berasal dari bahasa Inggris yang berarti “penyembuhan”. Awalnya, istilah ini digunakan dalam konteks kesehatan mental maupun fisik. Namun, seiring waktu, Gen Z mengadopsinya sebagai gaya hidup dan bahkan jadi tren di media sosial.

Healing kini nggak cuma soal terapi psikologis, tapi juga aktivitas sederhana yang bikin hati tenang: jalan-jalan, nongkrong bareng teman, mendengarkan musik, atau bahkan sekadar menjauh sebentar dari notifikasi HP.

Healing: Esensi atau Cuma Gaya Hidup?

Nah, satu hal yang sering jadi perdebatan: healing kadang berubah jadi “ajang pamer”. Ada yang menganggap healing itu harus traveling jauh, staycation di hotel mewah, atau nongkrong di kafe hits. Padahal kalau ditelusuri, itu lebih dekat ke gaya hidup konsumtif ketimbang kebutuhan jiwa.

Bukan berarti salah, tapi kalau setiap kali stres harus keluar uang banyak, justru bisa jadi beban baru. Esensi healing yang sebenarnya kan sederhana: menemukan cara untuk pulih, merasa lebih tenang, dan kembali semangat. Jadi, jangan sampai healing justru bikin kantong menjerit dan hati tetap stres.

Contohnya, ada juga yang merasa scroll TikTok berjam-jam itu healing. Padahal kalau kebablasan, justru bisa bikin makin overthinking. Perbedaan healing yang sehat bisa dilihat dari hasilnya: bikin pikiran lebih ringan dan energi balik lagi, bukan malah capek mikirin likes atau komentar orang lain.

Kenapa Healing Jadi Populer di Gen Z?

  1. Tekanan Hidup yang Tinggi
    Gen Z hidup di era serba cepat, penuh persaingan, dan “banjir informasi”. Mulai dari tuntutan akademik, pekerjaan, sampai ekspektasi sosial di dunia maya. Wajar kalau healing jadi semacam “jalan keluar”.
  2. Kesadaran Mental Health Meningkat
    Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z lebih terbuka soal isu kesehatan mental. Healing dianggap sebagai salah satu bentuk self-care.
  3. Efek Media Sosial
    Postingan tentang healing bikin aktivitas ini semakin trendy. Bahkan ada istilah “healing harus instagramable” biar terlihat estetik dan bisa jadi konten.

Healing: Sekadar Tren atau Benar-Benar Perlu?

Nah, ini yang menarik. Jadi gimana kita bisa bedain healing yang cuma ikut-ikutan sama healing yang memang dibutuhkan? Bagi sebagian orang, healing memang jadi tren gaya hidup kadang lebih fokus ke foto bagus daripada benar-benar menenangkan diri. Tapi di sisi lain, healing juga kebutuhan nyata.

Contohnya, mahasiswa yang stress dengan skripsi mungkin butuh short escape ke tempat tenang biar pikirannya segar lagi. Atau pekerja muda yang burnout perlu me-time untuk recharge energi. Jadi, healing bisa jadi penting kalau dilakukan dengan tujuan yang jelas: menjaga kesehatan mental, bukan cuma ikut-ikutan tren.

Tips Healing Versi Gen Z

Healing nggak harus mahal, kok. Beberapa ide simpel yang bisa kamu coba:

  • Nature walk: Jalan kaki di taman atau area hijau.
  • Digital detox: Off sosmed sehari penuh, rasain deh pikiran lebih plong.
  • Creative time: Nulis, gambar, atau main musik.
  • Quality time: Ngobrol santai sama teman atau keluarga.
  • Self-care routine: Tidur cukup, makan sehat, olahraga ringan.

Jadi Healing bukan berarti kabur dari masalah, tapi memberi jeda supaya kita bisa lebih kuat menghadapi tantangan.

Ringkasan Singkat

Healing di kalangan Gen Z bukan sekadar tren estetik, tapi juga wujud kepedulian terhadap kesehatan mental. Dengan cara sederhana seperti jalan-jalan, nongkrong, atau sekadar rebahan, healing jadi ruang untuk recharge energi dan menenangkan pikiran. Intinya, healing nggak harus mahal—yang penting bikin hati tenang dan semangat kembali.

Budaya (Healing) di Kalangan Gen Z sebenarnya menunjukkan satu hal positif: generasi ini lebih peduli dengan kesehatan mental. Meski kadang terjebak jadi tren semata, esensi healing tetaplah penting yaitu menemukan cara sederhana untuk pulih, tenang, dan kembali bersemangat.

Jadi, kalau kamu lagi merasa capek, nggak ada salahnya bilang: “lagi healing dulu ya guys”. Yang penting, healing kamu beneran bikin hati senang, bukan sekadar demi feed Instagram 😉.

Kalau kamu punya cara healingmu sendiri, tulis di kolom komentar, ya!
Siapa tahu ceritamu bisa jadi inspirasi buat pembaca lainnya. 

📢 Kalau artikel ini bermanfaat, jangan lupa share ke teman-temanmu juga, biar makin banyak yang tahu dan terbantu!

👤 Ditulis oleh : Husna Shafiya
🖼️ Thumbnail diambil dari: pixabay

✨ Kunjungi artikel menarik lainnya di sini:

📰
Berita
✍️
Blog

Olahraga
🎓
Prakerin
🛠️
Tutorial

Mau kenal lebih dekat dengan SMK Budi Luhur? Yuk, mampir ke sini:

🥇 SMK Budi Luhur
👉 https://smk.sekolahbudiluhur.sch.id
👉 https://www.instagram.com/smk.budiluhur
👉 https://www.youtube.com/@smkbudiluhurchannel4019/featured

Share this content:

Post Comment