×

Bahaya Doomscrolling: Kok Kita Nggak Bisa Berhenti Scroll Tiap Malam?

Halo, sobat Netizen!

Pernah nggak sih kamu cuma niat scroll sebentar sebelum tidur, tapi tahu-tahu udah jam 2 pagi? Padahal, kamu udah capek dan cuma pengen rehat. Tapi timeline isinya berita buruk, drama, atau gosip panas — dan kamu nggak bisa berhenti. Nah, ini bukan sekadar kebiasaan buruk. Bisa jadi kamu mengalami yang namanya doomscrolling.

Doomscrolling adalah kebiasaan terus-menerus mengakses atau mengonsumsi konten negatif di media sosial atau internet, terutama saat malam hari. Meski kelihatannya sepele, perilaku ini bisa berdampak serius pada kesehatan mental dan kualitas hidup kita — dan sayangnya, makin umum di kalangan Gen Z.

Kenapa Kita Nggak Bisa Berhenti?

Ada beberapa alasan kenapa doomscrolling terasa begitu kuat menarik kita masuk ke dalamnya:

  1. Otak Kita Secara Alami Cari Ancaman

Secara naluriah, otak manusia memang dirancang buat waspada terhadap ancaman. Di masa lalu, ini penting buat bertahan hidup. Tapi sekarang? Ancaman itu datang dari berita konflik, komentar negatif, atau drama digital. Akibatnya, kita terus-terusan konsumsi informasi yang bikin stres, karena otak menganggap itu “penting untuk disimak”.

Siklusnya gini: stres → dapat info → dopamin naik → stres lagi. Capek, tapi nagih.

  1. Algoritma Media Sosial Memang Bikin Candu

TikTok, Instagram, dan Twitter (X) dirancang biar kita betah lama-lama. Algoritma mereka tahu banget apa yang bikin kita penasaran. Termasuk konten negatif. Semakin sering kita klik atau berhenti scroll di satu jenis konten, makin sering juga kita dikasih yang mirip-mirip. Dan makin susah berhenti.

  1. FOMO: Takut Ketinggalan

Kita pengen selalu update. Takut nggak tahu tren terbaru, drama artis, atau peristiwa penting. Tapi ini bikin kita terus buka media sosial, meskipun badan udah minta istirahat.

  1. Malam Hari Adalah Waktu Paling Rentan

Saat malam, tenaga fisik dan mental udah habis. Fokus melemah, dan kontrol diri ikut turun. Kita cari pelarian, tapi malah terjebak. Doomscrolling pun jadi semacam “comfort zone” yang sebenarnya justru melelahkan.

Apa Bahayanya?

  • Tidur Terganggu
    Paparan cahaya layar dan konten emosional bikin otak tetap aktif. Ini bisa nurunin kualitas tidur dan bikin kita bangun dengan kepala berat.
  • Kecemasan Meningkat
    Informasi negatif berlebihan bisa menumpuk jadi overthinking, apalagi kalau nggak diolah dengan sehat.
  • Menurunnya Produktivitas dan Mood
    Begadang scrolling bikin kita lesu seharian, nggak fokus, dan cenderung mudah cranky.

Jadi, Gimana Cara Menghadapinya?

  • Pasang Timer Waktu Akses Medsos
    Batasi waktu bermain HP, terutama satu jam sebelum tidur.
  • Unfollow Akun-Akun Toxic
    Kamu nggak harus konsumsi semua informasi. Pilih mana yang sehat buat mentalmu.
  • Alihkan ke Aktivitas Lebih Tenang
    Coba journaling, dengerin musik slow, atau baca buku fisik sebelum tidur.
  • Matikan Notifikasi di Malam Hari
    Jangan kasih ruang buat gangguan digital di waktu kamu seharusnya recharge.

Doomscrolling itu nyata, dan makin sering dianggap hal biasa karena semua orang melakukannya. Tapi dampaknya bisa pelan-pelan mengikis kesehatan mental kita. Yuk, mulai lebih bijak dengan konsumsi digital harian. Timeline bisa nunggu. Istirahatmu lebih penting.


Kalau kamu punya cara sendiri buat ngurangin doomscrolling, share dong di kolom komentar!
Siapa tahu, bisa bantu orang lain juga yang lagi merasa sendirian.

👤 Ditulis oleh: Aqeela Fazle Mawla Ramadhan & Husna Shafiya
🖼️ Thumbnail diambil dari: Freepik on Freepik

Share this content:

Post Comment