Baru Pertama Kali Naik Gunung? Ini 7 Tips Dasar yang Harus Kamu Tahu
Halo, sobat Netizen!
Naik gunung itu seru, menantang, dan penuh momen berkesan. Tapi kalau belum pernah mencoba sebelumnya, pengalaman pertama bisa jadi campuran antara rasa excited, nervous, dan sedikit clueless. Banyak orang mengira naik gunung itu cuma soal jalan kaki ke puncak. Faktanya, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan supaya perjalanan aman, nyaman, dan tetap menyenangkan.
Selain fisik yang kuat, mental yang siap juga penting. Apalagi di alam bebas, kondisi bisa cepat berubah: cuaca yang tiba-tiba hujan, jalur yang licin, atau tubuh yang kelelahan. Nggak heran kalau beberapa pendaki pemula malah kapok karena kurang persiapan atau melakukan kesalahan fatal yang sebenarnya bisa dihindari.
Pendakian pertama bisa menjadi salah satu pengalaman terbaik dalam hidup, bukan sekadar soal menaklukkan puncak, tetapi juga tentang menikmati perjalanan, belajar menghargai alam, dan mengenal diri sendiri. Dengan persiapan yang matang, setiap langkah akan terasa lebih aman dan bermakna. Ingat, puncak hanyalah bonus — tujuan utama adalah pulang dengan selamat, membawa cerita indah, dan tanpa meninggalkan jejak yang merusak. Persiapkan diri sebaik mungkin, nikmati setiap momen, dan biarkan alam memberikan pelajaran berharga yang tak akan terlupakan.
1. Persiapkan Fisik Minimal 2 Minggu Sebelum Pendakian
Tubuh yang tidak terbiasa bisa cepat lelah, napas ngos-ngosan, atau bahkan cedera. Latihan sederhana yang direkomendasikan:
- Jogging ringan 2–3 kali seminggu
- Naik turun tangga untuk melatih otot kaki
- Latihan angkat beban ringan untuk kekuatan punggung
Fokus pada ketahanan (endurance), bukan sekadar kekuatan otot, supaya tubuh sanggup berjalan sambil membawa ransel selama berjam-jam.
2. Pilih Gunung yang Cocok untuk Pemula
Jangan buru-buru menantang gunung tinggi dengan jalur ekstrem. Pilih gunung yang:
- Jalurnya jelas dan terawat
- Ketinggiannya sedang (idealnya di bawah 2.500–3.000 mdpl)
- Waktu tempuh singkat (2–5 jam ke puncak)
Contoh gunung ramah pemula: Gunung Prau, Gunung Andong, Gunung Papandayan, Gunung Batur, Gunung Nglanggeran. Dengan jalur yang relatif mudah, pendaki pemula bisa fokus menikmati perjalanan sambil belajar teknik dasar.
3. Lakukan Riset Jalur dan Cuaca
Cari tahu jalur resmi, estimasi waktu tempuh, pos istirahat, sumber air, dan prakiraan cuaca terbaru. Mengabaikan riset bisa bikin salah bawa perlengkapan, bingung di jalur, atau terjebak cuaca ekstrem.
4. Gunakan Peralatan yang Tepat
Peralatan | Fungsi |
Ransel nyaman (30–50 L) | Membawa perlengkapan tanpa membebani punggung |
Sepatu gunung | Melindungi kaki & mencegah terpeleset |
Jaket tebal / windproof & waterproof | Melindungi dari dingin & angin |
Ponco / jas hujan | Menghadapi hujan mendadak |
Headlamp / senter | Penerangan saat gelap |
Botol minum | Menjaga hidrasi |
P3K | Menangani cedera ringan |
Matras & sleeping bag | Tidur lebih nyaman & hangat |
5. Atur Beban di Ransel
Kesalahan umum pendaki pemula adalah membawa terlalu banyak barang atau menata ransel asal-asalan. Tips: barang berat dekat ke punggung, barang yang sering dipakai di atas, dan distribusi beban seimbang kiri-kanan.
6. Jaga Asupan Makan dan Minum
Bawa air minum minimal 2 liter, makanan instan & camilan tinggi energi, serta obat-obatan pribadi. Minum secara berkala meski belum haus untuk mencegah dehidrasi.
7. Kenali Batas Diri
Kalau sudah merasa lelah atau cuaca tidak mendukung, jangan memaksakan diri. Keselamatan lebih penting daripada ego. Lebih baik pulang dengan selamat dan mencoba lagi nanti.
Kesalahan Umum Pendaki Pemula
Kesalahan | Dampak |
Bawa barang terlalu banyak | Cepat lelah, punggung sakit |
Sepatu tidak sesuai | Kaki lecet, risiko terpeleset |
Kurang minum | Dehidrasi, pusing, lemas |
Tidak memeriksa cuaca | Terjebak hujan atau kabut |
Meremehkan jalur | Kelelahan berlebihan, cedera |
Etika Mendaki yang Wajib Diingat
Selain persiapan teknis, etika mendaki penting sebagai “pukulan terakhir” yang meninggalkan kesan. Mendaki bukan cuma soal mencapai puncak, tapi juga menjaga alam dan sesama:
- Jangan buang sampah sembarangan
- Hormati pendaki lain dan warga lokal
- Jangan merusak alam (bunga, pohon, batu)
- Ikuti aturan jalur resmi
Kalau semua pendaki mematuhinya, gunung akan tetap indah untuk generasi berikutnya.
Ringkasan Singkat
Jadi, intinya kalau kamu baru pertama kali mau naik gunung, jangan asal nekat. Mulai dari latihan fisik ringan biar badan nggak kaget, pilih gunung yang ramah pemula, dan jangan lupa riset jalur serta cuaca sebelum berangkat. Siapkan juga perlengkapan dasar seperti sepatu gunung, ransel yang nyaman, jaket hangat, jas hujan, hingga P3K. Atur isi tas dengan rapi supaya perjalanan lebih ringan, jaga asupan makan dan minum biar tetap fit, dan yang paling penting: kenali batas dirimu, jangan sampai ego bikin bahaya. Kalau semua itu dijalani, pengalaman naik gunung pertamamu bisa jadi seru sekaligus aman.

Illustrasi naik gunung
Ilustrasi diambil dari: upklyak on Feepik
Kalau kamu punya cara atau pengalaman sendiri soal tips naik gunung untuk pemula, tulis di kolom komentar, ya!
Siapa tahu ceritamu bisa jadi inspirasi buat pembaca lainnya.
📢 Kalau artikel ini bermanfaat, jangan lupa share ke teman-temanmu juga, biar makin banyak yang tahu dan terbantu!
👤 Ditulis oleh: Aqeela Fazle Mawla Ramadhan & Husna Shafiya
🖼️ Thumbnail diambil dari: Freepik on Freepik
✨ Kunjungi artikel menarik lainnya di sini:
Mau kenal lebih dekat dengan SMK Budi Luhur? Yuk, mampir ke sini:
🥇 SMK Budi Luhur
👉 https://smk.sekolahbudiluhur.sch.id
👉 https://www.instagram.com/smk.budiluhur
👉 https://www.youtube.com/@smkbudiluhurchannel4019/featured
Share this content:
Post Comment